select7.jpg

ruftechnik,balancing,alignment,hioki,infrared,spectro,vibscanner,vibxpert,putranata,vibrasi,vibrasi indonesia,alignment indonesia,balancing indonesia, thermography indonesia,penangkal petir indonesia,hioki indonesia

Selamat datang di www.vibrasi-alignment.com !!


Apa yang bisa Anda temukan disini?

  • Info mengenai strategi-strategi Predictive dan Pro-active Maintenance.
  • Info mengenai produk2 bantu (tools) terkini untuk digunakan dalam strategi.
  • Artikel-artikel menarik mengenai praktek Predictive dan Pro-active Maintenance dan artikel yang ditulis oleh pakar-pakar di bidang ini.
  • Kalkulasi penghematan yang dapat Anda peroleh jika menggunakan precision laser shaft alignment.Lihat di bagian NEWS > Monthly Newsletter !!



  • 1 Generasi Pertama

     

    Generasi pertama berakhir hingga perang Dunia II. Pada masa itu industri tidak bersifat mekanis tinggi, sehingga downtime tidak terlalu banyak terjadi. artinya upaya untuk mencegah kerusakan bukan merupakan suatu prioritas utama. lagi pula alat produksi umumnya berteknologi sederhana dengan perhitungan yang sangat aman . mesin tersebut sangat andal dan mudah di reparasi. Akhirnya, tidak diperlukan suatu sistim pemeliharaan selain pembersihan, pelayanan, dan pelumasan rutin. Kebutuhan akan ketrampilan jauh lebih rendah dibandingkan kondisi sekarang ini.

     

    2 Generasi Kedua

     

    Terjadinya perang Dunia II  banyak merubah cara berpikir manusia . waktu perang menekan kenaikan kebutuhan akan segala barang sementara pemasokan menurun secara dratis. Kondisi ini meningkatkan kebutuhan akan mekanisasi.Sekitar tahun limapuluhan  jumlah mesin makin banyak dan komplek. ketergantungan industri pada alatpun di mulai di sini.

     

    Dengan meningkatnya ketergantungan, downtime menjadi perhatian utama. ini mengarah pada ide bahwa kegagalan mesin sebenarnya bisa dideteksi dan dicegah, sehingga lahirlah konsep pemeliharaan perventif. Tahun enampuluhan overhaul mesin di dasarkan pada interval pada waktu yang tetap.

    Biaya pemeliharaan semakin meningkat tajam relatif terhadap biaya oprasi yang lain. kondisi ini mengarah pada sistem perencanaan dan kontrol pemeliharaan. Dengan demikian kegiatan pemeliharaan lebih bisa dikontrol dan ini berlaku sampai sekarang.

    Akhirnya jumlah modal untuk asset-tetap mengalami peningkatan sehingga orang berpikir untuk memaksimalkan masa pakai asset tersebut.

     

     

    3 Generasi ketiga

     

     

    Pada pertengahan tahun tujuhpuluhan proses perubahan pada industri memperoleh momentum. perubahan bisa dikelompokan menjadi tiga yaitu harapan baru,riset baru, dan teknik baru.


    Harapan Baru

     

    Downtime sangat mempengaruhi kemampuan produksi dari asset fisik dengan cara mengurangi 0utput, meningkatkan biaya operasi, dan yang berkaitan dengan pelayanan konsumen. Pada tahun 1960 dan 1970 hal ini merupakan pertimbangan besar pada sektor pertambangan, transportasi dan manufaktur. dalam manufaktur, efek downtime diperbesar dengan berkembangnya just-in-time. disini pengurangan work-in-process berarti apabila ada mesin yang breakdown sekalipun hanya kecil saja, akan menghentikanseluruh proses produksi. dalam waktu singkat pertumbuhan mekanisasi dan otomatisasi berarti reliability dan availability memiliki peran kunci.

     

    Besarnya otomatisasi memiliki arti lebih dan lebih lagi kegagalan memiliki kemampuan  kita untuk mempengaruhi standar kualitas. semakin banyak standar diperlukan untuk mendukung tercapainya kualitas produk. sebagai contoh, kegagalan alat mempengaruhi kontrol iklim dalam bangunan dan jaringan transport sebagaimana campurtangan dengan konsisten untuk toleransi spesifik dalam manufaktur.

     

    Semakin banyak kegagalan akan membawa konsekwensi pada keamanan dan lingkungan, pada saat standar pada area ini meningkat pesat. ketergantungan kita pada asset fisik semakin besar, demikian juga dengan biaya , baik untuk mengoperasikan maupun untuk memiliki. untuk menjamin kembalian modal  secara maksimal , harus di pegang efesiensi kerja dalam waktu selama mungkin.

     

    Akhirnya biaya pemeliharaan itu sendiri juga mengalami kenaikan secara absolut maupun sebagai bagian dari pengeluaran biaya.

     

     

     

     

    Generasi KeTiga

    -keselamatan tinggi

    -kualitas produk lebih  baik

    -tidak mengganggu  lingkungan

    -masa pakai alat lebih  panjang

    -efektivitas biaya

     

     

    Generasi KeDua

    -availability pabrik lebih  tinggi

    -masa pakai alat lebih   panjang

    -availability & reliability

      lebih tingi

    -biaya lebih rendah

     

     

    Generasi Pertama

    -perbaiki kalau rusak.

    1940                                1950          1960             1970    1980    1990          2000

     

    PERTUMBUHAN HARAPAN AKAN PEMELIHARAAN

     

    Riset baru

     

    Untuk memenuhi harapan , riset baru merubah pendapat dalam waktu dan kegagalan . pada awalnya memperlihatkan berkurangnya keterkaitan antara masa operasi beberapa asset dan bagaimana ia mengalami kegagalan .gambar memperlihatkan bagaimana pandangan dini mengenai kegagalan begitu sederhana setelah berusia tua baru terjadi kegagalan. pada generasi kedua terjadi apa yang dikenal sebagai kurva bak mandi (bath-tub curve).

      




     

    PERUBAHAN PANDANGAN MENGENAI KEGAGALAN ALAT

     

     

     

    Pada generasi ketiga terdapat 6 pola kegagalan yang biasa terjadi di peralatan industri.

     

     

     

    Teknik Baru

     

    Terjadi ledakan pertumbuhan pada konsep dan teknik pemeliharaan baru. ratusan dikembangkan setelah limabelas tahun terakhir, dan lebihnya dikembangkan setiap minggu.

     

    Perkembangan baru itu meliputi

     

    o Piranti pengambilan keputusan (studi bahaya,FMEA, expert system)

    o Teknik pemeliharaan baru (monitoring kondisi)

    o Desain alat dengan keandalan tinggi dan pemeliharaan sederhana.

    o Perubahan dalam pemikiran organisasi (partisipasi, kerjasama, fleksibilitas)

     

                                                                 

     

     

     

     

    Generasi keTiga

    -monitoring kondisi

    -desain untuk reliabillity

      dan maintainabillity

    -kajian bahaya

    -komputer kecil tapi cepat

    -analisis model dan cacat

      (FMEA)

    -sistem expert

    -multiterampil dan kerja tim

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Generasi kedua

    -Sistem merencanakan&

      kontrol pekerjaan

    -komputer besar tetapi

      lambat

     

    Generasi Pertama

    -perbaiki bila terjadi

      gangguan.

    1940 1950            1960                  1970           1980        1990       2000

     

     

    PERUBAHAN TEKNIK PEMELIHARAAN

    Perbedaan antara metode pemeliharaan preventif dengan prediktif adalah pada acuannya. pemeliharaan preventif adalah mengacu pada waktu. sedangkan pemeliharaan prediktif  mengacu pada kinerja/ kondisi alat.

     

    1 Pemeliharaan Preventif

     

    Sebagaimana telah disebut sebelumnya, pemeliharaan Preventif mengacu pada waktu ( time base ), terdiri dari kegiatan inpeksi yang dilaksanakan secara periodik untuk menemukan perkembangan keausan pada komponen atau sub-system. bila ditemui perkembangan keausan yang mengancam kinerja alat, dilakukan kegiatan pemeliharaan untuk menghilangkan pengaruh keausan tersebut. Kegiatan pemeliharaan korektif bisa dilaksanakan seketika pada saat inspeksi, bisa juga beberapa waktu sesudahnya. keputusan untuk melakukan pemeliharaan korektif dalam hubungannya dengan inspeksi pemeliharaan preventif, tergantung pada panjangnya waktu shutdown yang diperlukan untuk keperluan reparasi. Harus dipertimbangkan dampak dari shutdown dari reparasi, dengan berapa lama waktu reparasi yang diperluakn. Bila telah diputuskan bahwa komponen yang aus masih mungkin dipakai sampai reparasi selanjutnya bisa dijadwalkan , lebih baik menunda reparasi besar sehingga memungkinkan  untuk direncanakan dan dijadwalkan.

     

    Pemeliharaan Prediktif direncanakan untuk tujuan yang sama.bila cacat pada komponen atau subrakitan digunakan melebihi waktu yang ditentukan, kemungkinan terjadinya kegagalan akan meningkat. Inpeksi pemeliharaan preventif harus disusun secara periodik. bila saat inpeksi ditemukan keausan yang serius, dilakukan beberapa kegiatan pemeliharaan untuk memulihkan komponen tersebut kekondisi baiknya. kegiatan ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kegagalan. dengan memanfaatkan sistimpemeliharaan preventif, kita akan meningkatkan kemungkinan alat tetap bisa diaktifkan hingga infeksi berikutnya.

     

    Untuk menentukan interval inspeksi, pelajari riwayat pemeliharaan untuk alat tersebut. Pengambilan keputusan untuk waktu diantara inspeksi pemeliharaan preventif bisa dipertimbangkan dari berbagai faktor, misalnya rekomen dari pabrik pembuat, inpormasi balik dari breakdown, dan pengetahuan subyektif personil pemeliharaan yang setiap hari berkaitan dengan alat tersebut.

     

    Sifat utama pemeliharaan Preventif adalah banyak alat yang dipelihara harus shutdown untuk inspeksi. misalnya alat penukar panas (heat exchanger ) harus shutdown dan diisolasi terhadap arus-eddy yang tidak merusak harus diterapkan kepada pipa-pipa alat tersebut. proses inspeksi bisa mengakibatkan downtame pada sebagian atau seluruh alat.

     

    Kehilangan waktu operasi-bila pemeliharaan Preventif diterapkan secara konsekuen ini bisa mengakibatkan kegagalan program kegiatan pemeliharaan preventif.hal ini terutama terjadi bila terdapat beberapa unit berlebihan harus beroperasi pada kapasitas 100%. pada beberapa situasi kehilangan pada shutdown bisa berakibat merugikan sehingga inspeksi pemeliharaan preventif tertunda.

    Kebutuhan downtime selama inspeksi pemeliharaan preventif bukan merupakan alasan untuk menganggab pemeliharaan preventif tidak efektif. penerapan pemeliharaan Preventif secara konsekuen akan meningkatkan reliability alat , dan pengurangan breakdown memang memerlukan biaya. biaya pemeliharaan tercermin pada kehilangan waktu prouksi pada aset selama kegiatan inspeksi,disebut waktu rata-rata untuk pemeliharaan preventif (Mean Time For Preventive Maintenance = MTPM . total biaya pada pemeliharaan preventive sama dengan MTPM + biaya pekerja dan material yang terlibat dalam kegiatan inspeksi.

    2 Pemeliharaan Prediktif

    Pemeliharaan prediktif dikenel juga sebagai pemeliharaan dengan acuan kondisi alat . metode ini mengukur setiap pengeluaran pada alat yang berhubungan dengan kemunduran komponen ataupun subsistem . misalnya kelelahan logam pada alur unsur bantalan gelinding (rolling bearing ). Amplitudo getaran yang dihasilkan oleh unsur putar saat melalui permukaan yang mengalami kemunduran merupakan petunjuk derajat keausan yang terjadi . pada saat terjadi kemunduran, amplitudo getaran akan mengalami peningkatan. pada beberapa nilai yang kritis analis getaran menyimpulkan perlunya penanggulangan korektif harus dilakukan sehingga kegagalan alat bisa dihindari.

    Metode ini biasanya memungkinkan pengukuran yang dilakukan dibandingkan dengan suatu nilai batas tertentu,atau ditelusuri menggunakan kartu kontrol. bila kondisi abnormal bisa dideteksi, masih tersedia cukup waktu untuk menganalisis kondisi gangguan dan menghindari terjadinya breakdown. masih ada kesempatan merencanakan penanggulangan ataupun mengurangi dampak kegagalan yang akan terjadi pada alat . dengan kondisi demikian akan memungkinkan alat beroprasi bebas dari gangguan .

    Keuntungan penerapan pemeliharaan Prediktif adalah inspeksi bisa dilakukan tampa menghentikan oprasi alat . dengan demikian tidak ada kehilangaan waktu akibat inspeksi shutdown. keuntungan lain berupa biaya pekerja lebih rendah bila dibandingkan dengan pemeliharaan preventif. sekalipun kemampuan teknisi yang diperlukan lebih tinggi namun waktu yang diperlukan untuk melakukan inspeksi sangat jauh berkurang . dengan pemeliharaan prediktif , alat tidak perlu dibongkar untuk keperluan inspeksi. sebagai contoh dengan dilakukan analisis getaran ,50 sampai dengan 60 alat bisa di inspeksi dalam satu hari melalui komputer.

    Bila kita bandingkan keuntungan biaya pemeliharaan Prediktif terhadap pemeliharaan Preventif, pertimbangkan biaya produksi yang hilang akibat downtime alat, biaya pekerja pemeliharaan, biaya material pemeliharaan , dan biaya inventori.

    a). Frekuensi Kegiatan

    Metode Pemeliharaan                          

    Frekuensi

    Breakdown        

    Tidak ada prekuensi , setiap waktu bisa terjadi

    Preventive  

    berdasarkan nilai keausan, terutama informasi dari riwayat alat.

    Prediktif

    berdasarkan pengukuran kondisi alat

    b). Biaya Pemeliharaan

    Metode pemeliharaan              

    Biaya     

    Breakdown

    Paling tinggi,akibat downtime alat yang lama.

    Preventif

    Rendah, karena biaya sutdown minimal akibat                                                 inpeksi yang terencana

    Prediktif             

    Paling rendah, karena inspeksi dilaksanakan selama alat tetap beroprasi ,waktu reparasiberkurang

    c). Biaya Produksi

    Metode Pemeliharaan          

    Biaya     

    Breakdown

    Paling tinggi, akibat downtime alat yang lama

    Preventif

    Rendah, karena biaya sutdown minimal akibat inspeksi terencana

    Prediktif             

    Paling rendah, karena inspeksi dilaksanakan selama alat tetap beroperasi, waktu reparasi berkurang.

    d) Biaya inventori                                                                                        

    Metode Pemeliharaan

    Biaya

    Breakdown     

    Paling tinggi, sebab memerlukan stok besa

    Preventif

    Rendah, karena kontrol yang lebih baik, reparasi                                             terencana

    Prediktif 

    Paling rendah, karena tersedia waktu cukup untuk                                                      pemesanan suku cadang, tidak memerlukanbanyak stok

     

    3 Kapan menggunakan pemeliharaan prediktif  ?

    Strategi untuk memilih menggunakan pemeliharaan preventif atau prediktif melalui pertimbangan sebagai berikut :

    1) Pertimbangan variasi permasalahan yang terjadi pada alat

    2)  Gunakan metode prediktif bila peralatan yang ada cukup untuk mendeteksi variasi masalah  pemeliharaan.

    3) Gunakan pemeliharaan preventif bila peralatan untuk pemeliharaan prediktif tidak cukup tersedia .Tugas inspeksi harus dikembangkan pada cacat yang tidak bisa dideteksi oleh pemeliharaan Prediktif.

    4) Setelah diputuskan kombinasi metode inspeksi, kemudian tentukan prekuensi inspeksi yang tepat.

    1. PENGANTAR

          Terjadinya getaran pada mesin/alat menunjukan ada sesuatu yang tidak balans pada alat tersebut. getaran bisa terjadi baik pada mesin yang memiliki getaran putar maupun yang memiliki gerakan lurus. pada gerak putar getaran terjadi karena distribusi gaya sentrifugal yang tidak merata,sedangkan pada gerakan lurus umumnya disebabkan oleh adanya gerakan bolak balik.

     


                                                                         

     

    Getaran hanya terjadi bila terdapat gaya yang bersifat siklus (berulang). getaran tidak diharapkan terjadi pada mesin/alat karena banyak akibat yang merugikan bisa terjadi. getaran bisa mengakibatkan kelelahan material komponen mesin, mengendorkan alat pengikat (mur,baut, dan sebagainya ),bahkan mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan oleh mesin/alat.

    Pada sesi ini kami ajak anda untuk lebih memahami fenomena getaran sehingga bisa menganalisis untuk kemudian menanggulangi getaran tersebut.

     

    2. PENGERTIAN VIBRASI

    Vibrasi (getaran) merupakan gerak bolak-balik (oscillation) suatu objek disekitar titik keseimbangan (lihat gambar ).

     

     

     

     

     


    Disitu terlihat suatu masa tertentu dihubungkan dengan pegas dan damping (peredam) . pada masa tersebut dipasang piranti penulis yang bersentuhan dengan kertas diagram.kertas diagram digerakan kearah kanan dengan kecepatan rendah dan tetap.

    Apabila massa ditahan dengan satu posisi untuk kemudian dilepas , massa akan bergerak bolak-balik keatas dan kebawah disekitar posisi awalnya  (posisi keseimbangan). Pengerakan masa pada posisi seimbang satu kali keatas dan satu kali kebawah disebut  satu siklus (cycle) getaran. waktu yang diperlukan untuk melakukan gerakan satu siklus disebut satu priode getaran.sedangkan jumlah getaran yang  dilakukan dalam satu waktu tertentu , misalnya dalam satu menit disebut frekuensi getaran .Nilai frekuensi biasanya dinyatakan dalam siklus permenit  (cycles per menute = cpm ) atau siklus perdetik (cycles per second = cps ), dan untuk menghormati ilmuwan Jerman bernama Hertz maka satuan siklus perdetik disebut 1 hertz (hz)

    Frekuensi merupakan parameter penting dalam nilai getaran dan sering kali digunakan sebagai acuan untuk menggambarkan spesipikasi suatu getaran . parameter getaran lain yang penting adalah perpindahan  (displacement),kecepatan  (velocity ),dan percepatan (acceleration ).

    Lihat gambar, terlihat getaran dengan prekuensi tertentu. pada prekuensi yang lebih rendah amplitudo perpindahan relatif lebih besar dan akselerasi mengecil. hal sebaliknya terjadi pada getaran frekuensi tinggi.

     

     

     

     

     

     


    perpindahan menunjukan seberapa jauh objeknya bergetar. dengan kata lain berapa jarak simpangan maksimum gerakan massa yang bergetar tadi, istilahnya perpindahan “dari puncak ke puncak”.dan biasa dinyatakan dalam satuan mil (0,001 inch)atau mikron (0,001mm).              

    Kecepatan menunjukan seberapa cepat masa tersebut bergetar .nilai tertinggi kecepatan dicapai pada saat massa melewati titik seimbangnya (perpindahan nol )Nilai kecepatan mencapai nol pada saat massa berada pada ujung lintasannya  (simpangan maksimum ). dinyatakan dalam satuan  “inch per detik puncak “ atau dalam metris  “mm per detik puncak”. kata “puncak” menunjukan pengukuran kecepatan dilakukan pada posisi puncak (simpangan maksimum).

    Percepatan menunjukan berapa pertambahan dan pengurangan kecepatan pada saat massa melakukan gerak getaran.nilai ini erat kaitannya dengan besarnya gaya yang mengakibatkan terjadinya getaran.nilai percepatan mencapai puncaknya pada saat massa berada diujung lintasan (simpangan maksimum )yaitu pada saat massa berhenti untuk kemudian berbalik arah. dinyatakan dalam satuan g-puncak ( g-peak ) yang mana g menyatakan percepatan grafitasi bumi.

    Masih ada parameter penting lain untuk menggambarkan kondisi getaran yaitu fase (fhase ), atau sudut fase (phase angle). nilai ini untuk membandingkan gerakan vibrasi terhadap suatu posisi tetap. atau bisa juga untuk membandingkan dua buah getaran untuk membandingkan dua buah getaran yang memiliki frekwensi yang sama. untuk lebih jelasnya silahkan untuk mengamati gambar tiga.(3).

     

      










    Gambar lebih jelas memperlihatkan yang membandingkan  dua getaran .gambar a. memperlihatkan dua getaran berfrekuensi sama yang bergerak bersamaan (sudut fase 0 derajat ). pada gambar b terlihat dua getaran dengan prekuensi sama yang bergerak berlawanan (sudut fase 180 derajat).

    Untuk mengukur fase kita bisa memanfaatkan  strobe-light dengan cahaya diarahkan pada tanda acuan  (reference ) yang ada pada poros mesin. cahaya dinyalakan pada getaran mesin . bila getaran berada pada prekuensi yang sesuai dengan putaran mesin ,tanda acuan akan terlihat seolah-olah diam.

     

     

     

     




                                Gambar a                                                Gambar b

    Sudut pada saat tanda acuan berhenti terhadap titik acuan menenjukkan sudut fasa getaran tersebut.

     

    Dengan demikian apabila kita melaksanakan pengukuran getaran pada suatu mesin maka nilai frekuensi ,fase,perpindahan, kecepatan dan akselerasi umumnya harus bisa diketahui . namun karena ada keterkaitan maka tiodak harus semuanya diukur ,asalkan nilai kecepatan bisa diketahui.

    1. PENDAHULUAN

    Pemeliharaan prediktif  (condition-basa  maintenance) merupakan metode yang paling efesien dalam melaksanakan  pemeliharaan preventif. dalam metode tersebut tidak diperlukan adanya  perencanaan inspeksi jangka panjang sehingga dalam penerapannya  terasa sangat praktis . penjadwalan hanya dibuat untuk keperluan pemantauan  (monitoring ) kondisi saja.

    Teknik pemantauan bisa bisa dilakukan dalam berbagai cara dari yang paling sederhana yaitu menggunakan panca indra  hingga yang melibatkan instrumen pendukung seperti yang bisa kita jumpai pada pemantauan yang memanfaatkan getaran (vibrasi) mesin/alat. pemanfaatan getaran tentu saja memerlukan pemahaman mengenai parameter getaran itu sendiri seperti frekuensi, kecepatan,amplitudo, dan sebagainya. namun cara inilah yang dipandang paling efektif sehingga dipakai secara luas dikalangan industri.

    Kelebihan metode ini selain bisa menunjukan perubahan kondisi mesin /alat melalui pola getaran,juga mampu menunjukan komponen mesin/alat mana yang mengalami gangguan.

    Padasesi ini kita akan membahas mulai dari para meter dan sifat getaran hingga pemakaiannya dalam kegiatan pemeliharaan Prediktif.

    2 MONITORING GETARAN

    Merupakan teknik paling dominan yang digunakan pada manajemen pemeliharaan prediktif. karena populasi terbesar peralatan pabrik adalah tipe mekanis , teknik ini memiliki  penyebaran yang luas dan ternyata memberi keuntungan pada program pabrik secara keseluruhan.

    Teknik ini memanfaatkan suara atau getaran yang di timbulkan oleh peralatan mekanis untuk menentukan kondisi aktualnya . Penggunaan vibration-analysis untuk mendeteksi masalah mesin sudah bukan lagi hal yang baru . antara tahun enam puluhan hingga tahu tujuhpuluhan ,banyak perusaan besar di Amerika menanamkan biaya besar untuk mengembangkan teknik analisis yang mengacu pada suara atau getaran yang bisa digunakan untuk mendeteksi masalah mekanis pada mesin-mesin yang kritis . baru pada masa delapanpuluhan pengembangan itu menampakan hasilnya . namun piranti yang dibutuhkan untuk monitoring sangat mahal ,sehingga analisis getaran hanya dilakukan atau diterapkan pada mesin-mesin yang sangat vital saja.

    Dengan ditemukan Mikroprosesor serta pengalaman perusahaan yang bergerak dalam teknikanalisis dan diagnose mesin,diperoleh piranti baru yang sangat efektif biayanya . sistem berbasis mikroposesor mengambil alih pengumpulan data ,manajemendata otomatis, dan mengurangi kebutuhan akan ahli perpengalaman untuk interprestasi data.

    Monitoring getaran dari mesin industri menghasilkan kaitan langsung antara kondisi mekanis dengan catatan data getaran setiap mesin dalan pabrik. setiap kemunduran dalam kondisi mekanis pada mesin bisa di deteksi menggunakan teknik monitoring getaran. bila digunakan secara benar,analisis getaran mampu menandaikemunduran spesifikkomponen atau jenis kegagalan dari mesin pabrik sebelum muncul gangguan serius . program pemeliharaan prediktif berbasis getaran memilikki beberapa teknik antara lain broadband-trending, narrowband-trending, dan signature-analysis.

    2.1 Broadband Trending

    Teknik ini mendapatkan pembacaan getaran menyeluruh atau broadband dari titik-titik yang dipilih pada mesin.Data tersebut kemudian dibandingkan denganpembacaan acuan yang diambil dari mesin baru atau kartu Acuan Getaran untuk mengetahui kondisi relatif mesin . biasanya suatu pengukuran broadband tampa filter memperlihatkan energi getaran total diantara 10s/d 10.000 hertz. data broadband atau RMS total merupakan nilai kasar yang memperlihatkan getarantotal mesin pada titik pengukuran tertentu yang menghasilkan data tersebut . tidak ada informasi mengenai frekuensi individual komponen atau dinamis mesin yang menghasilkan nilai terukur.


     


    Gambar –a

    2.2 Narrowband Trending

    Sebagaimana pada broadband , cara ini memonitor energi total pada lebar ban spesifik dari frekuensi getaran . tidak seperti pada broadband , analisis narowband memanfaatkan frekuensi getaran yang akan memperlihatkan komponen mesin spesifik atau jenis kegagalan alat (lihat gambar –b ).






     



    NILAI PEMBACAAN RMS

    POINT

    BROADBAND

    GEAR SET

    BEARING DEFECT

    01

    02

    03

    04

    05

    06

    .12

    .15

    .36

    .36

    .30

    .25

    .09

    .095

    .23

    .25

    .22

    .19

    .09

    .09

    .11

    .13

    .10

    .09

    NARROWBAND RMS

     

    Metode ini untuk memonitor dengan cepat kondisi mekanis dari kompponen mesin kritis , tidak hanya kkondisi mesin keseluruhan. teknik ini juga memperlihatkan keseluruhan kemampuan untuk memonitor kondisi gearset, bearing, dan komponen lain tampa analisis manual dari jejak getaran.

    2.3 Siknature Analysis

    Berbeda dengan kedua teknik trending, signature-analysis merupakan gambaran visual dari setiap frekuensi komponen yang dibangkitkan oleh mesin ( gambar-c ). dengan melalui pelatihan staf pabrik bisa menggunakan vibration-signature untuk menentukan pemeliharaan spesifik yang diperlukan oleh mesin pabrik.

    Banyak program pemeliharaan prediktif berbasis getaran menggunakan formulir signature – analysis pada programnya. Tetapi sebagian besar dari program ini seringkali merupakan analysis komparatif dari pada teknik penyebab penuh. kegagalan ini membatasi keuntungan yang bisa diperoleh dari menggunakan program ini.

                     

     

     

     

     

     

    Gambar –c

     

    1. THERMOGRAPI

    Thermografi merupakan teknik pemeliharaan prediktif yang bisa digunakan  untuk memonitor  kondisi mesin pabrik,struktur,dan sistem. menggunakan instrumen yang didesain untuk memonitor energi sinar infra merah  ( panas ) untuk menentukan kondisi  operasi . dengan melakukan deteksi penyimpangan panas (area yang lebih panas atau lebih dingin )bisa ditentukan lokasi dan kondisi masalah dalam pabrik.

    Teknologi infra merah berdasarkan pada fakta bahwa setiap objek memiliki remperatur diatas energi emisi atau radiasi nol absolut . Radiasi infra-Red merupakan satu bentuk dari emisi energi Emisi Infra-Red “dibawah merah” merupakan panjang gelombang terpendek dari semua

     






    energiradiasi dan tidak akan terlihat tampa menggunakan alat khusus. intensitas radiasi infra-red dari suatu obyek merupakan pungsi dari temperatur permukaan . tetapi pengukuran temperatur menggunakan metode infra-red akan komplikasi karena terdapat 3 sumber energi thermal yang bisa dideteksi dari setiap obyek : energiemisi dari obyek sendiri, energi dipantulkan dari obyek , energi yang di pindahkan oleh obyek . (lihat gambar-d).Hanya energi emisi yang penting untuk program pemeliharaan prediktif

      


     A + R + T + 1

    E = A

    E + R + T = 1

    Gambar –d

    Oleh karena energi tranmisi dan pantulan bisa menyimpangkan data infra-red ,maka harus dilakukan penyaringan (filter ) sebelum dilakukan pengolahan data. Permukaan suatu obyek dipengaruhi oleh sejumlah energi emisi atau refleksi. suatu permukaan emisi sempurna disebut “black body” dan memiliki nilai emisivity sama dengan 1. (lihat gambar –e )    

     

                                                 E = A = 1          R = 0         T =  0

    gambar – e

     

    Permukaan ini tidak refleksi. sebagai gantinya ia menyerap semua energi luar dan menyimpannya sebagai energi infra-red . permukaan yang merefleksikan energi infra-red disebut “gray bodies”dan memiliki emisivity kurang dari 1 (lihat gambar f )


    E = A = .7          R = .3       T = 0

    gambar – f

    Sebagian peralatan pabrik memenuhi klasifikasi ini .pertimbangkan dengan seksama emissivity aktual dari obyek akan meningkatkan akurasi pengukuran temperatur yang dipakai pada pemeliharaan prediktif

    Pengguna teknik thermographic harus mempertimbangkan tambahan energi  refleksi dan tranmisi, atmosfer diantara obyek, dan piranti pengukuran .uap air dan gas lain menyerap radiasi infra-red . debu pesawat ,sinar dan variabel lain sekitar atmosfir dapat menyimpangkan pengukuran radiasi infra-red. karena lingkungan atmosfir senantiasa berubah , pemakaian teknik thermografhic membutuhkan ekstra hati-hati setiap kali data infra-red diperlukan.

     

    4.TRIBOLOGI

    Teknik Tribologi yang biasa digunakan pada pemeliharaan prediktif adalah :

                  -Analisis Minyak Lumas (lubricating oil analysis)

                  -Analisis Keausan Partikel (wear particle analysis)

     

    4.1 Analisis Minyak Lumas

    Sesuai dengan namanya merupakan suatu teknik analisis untuk menentukan kondisi minyak lumas yang dipakai pada peralatan mekanis dan elektris , bukan merupakan suatu piranti yang menentukan secara langsung kondisi operasi mesin. beberapa bentuk analisis minyak lumas menunjukan secara akurat jumlah kerusakan elemen kimia secara indifidual , serta aditif dan kontaminan yang dikandung oleh minyak lumas. Perbandingan sejumlah jejak logam dalam contoh minyak lumas bisa menunjukan pola keausan dari bagian yang dibasahi minyak lumas  pada peralatan pabrik dan menunjukan kegagalan hingga kini, analisis tribologi merupakan proses yang mahal dan lambat. analisis dilakukan menggunakan teknik laboratorium tradisionil dan memerlukan personil dengan tingkat keahlian tertentu.

    Sekarang tersedia sistem berbasis mikroprosesor yang mampu menganalisis minyak dan spektrograph sehingga upaya manual dan biaya bisa di tekan . Pemakaian utama analisis minyak lumas adalah kontrol kualitas,pengurangan inventori minyak lumas,menentukan periode penggantian minyak lumas yang efektif. Minyak lumas, hidrolik, dan diElektrik bisa dianalisis secara periodik untuk mengetahui kondisinya. Hasil analisis bisa digunakan untuk menentukan apakah minyak lumas memenuhi persaratan pelumasan mesin. mengacu pada hasil analisis, pelumas bisa diganti atau ditingkatkan untuk memenuhi persyaratan operasi spesifik .

    4.2 Analisis Keausan Partikel

    Analisis keausan partikel berhubungan dengan analisis minyak lumas hanya karena sama-sama mengambil sampel pelumas. kalau analisis minyak lumas menentukan kondisi aktual dari pelumas sampel, analisis keausan partikel memberi informasi langsung mengenai kondisi keausan mesin.informasi tersebut diperoleh sebagai hasil study bentuk partikel, komposisi, ukuran dan jumlah . analisis keausan partikel dilaksanakan dalam dua tahap.

    Metode pertama digunakan untuk analisis keausan partikel yang merupakan monitoring rutin dan trending dari kandungan padat minyak lumas mesin. secara sederhana, jumlah, komposisi dan ukuran partikel dalam minyak lumas menunjukan kondisi mekanis dari mesin. Suatu mesin normal akan mengandung level rendah dari padatan yang lebih kecil dari 10 microns. Sesuai dengan penurunan kondisi mesin, jumlah dan ukuran partikel akan naik Metode Keausan PArtikel yang kedua meliputi analisis partikel pada minyak lumas sempel. Lima tipe dasar keausan ditandai sesuai dengan klasifikasi partikel: aus rubbing, aus potong, aus lelah gelinding, aus kombinasi gelinding dan geser, aus geser dahsyat.

     

    5. PARAMETER PROSES

    Beberapa pabrik tidak mempertimbangkan efesiensi mesin atau sestem sebagai bagian dari tanggung jawab pemeliharaan . tetapi mesin yang tidak dioperasikan tampa parameter efesiensi yang disetujui akan terbatas produktivitas dari beberapa pabrik dengan demikian program pemeliharaan prediktif juga meliputi monitoring secara rutin parameter proses

    Sebagai contoh pentingnya monitoring parameter proses, kita ambil pompa proses yang kritis terhadap operasi pabrik . pemeliharaan prediktif berbasis getaran memberi informasi kondisi mekanis pompa , dan infra-red menunjukan kondisi motor dan bantalan.

     

    6. INSPEKSI VISUAL

    Inspeksiregular pada mesin dan sistem pada pabrik merupakan bagian penting untuk setiap program pemeliharaan prediktif. pada beberapa kasus, inspeksi visual akan mendeteksi masalah potensial yang mungkin terlewatkan apabila menggunakan teknik pemeliharaan prediktif yang lain.

    Sekalipun menggunakan teknik pemeliharaan prediktif, beberapa masalah potensial tetap tidak terdeteksi. Inspeksi visual rutin dari semua sistem pabrik yang kritis bisa merupakan pilihan terbaik dan membantu jaminan bahwa masalah potensial akan terdeteksi sebelum gangguan serius terjadi.

    Inspeksi visual seringkali menjadi tanggung jawab departemen produksi dibandingkan dengan teknik pemeliharaan produktif. beberapa program mengabaikan pemakaian cara ini, dan beberapa diantaranya salah . Inspeksi visual merupakan unsur kritis bagi suksesnya program.

    7. MONITORING ULTRASONIK

    Teknik pemeliharaan prediktif ini memiliki prinsip similar dengan analisis getaran. Keduanya memonitor suara yang dibangkitkan oleh mesin pabrik, atau sistem untuk menentukan kondisi operasi aktual. tidak seperti , monitior ultrasonik memonitor frekuensi yang lebih tinggi (suara ultra )yang terjadi secara dinamis dari sestem mesin dan proses. daerah monitoring normal pada analisis getaran mulai kurang dari 1 Hertz hingga 20.000 Hertz. Monitor teknik ultrasonik memiliki daerah frekuensi diantara 20.000 dan100 kHertz

    Prinsip pemakaian monitoring ultrasonik terdapat pada deteksi kebocoran. Aliran turbolen cairan dan gas melalui orifice terhambat seperti kebocoran, akan meninggalkan jejak frekuensi tinggi yang mudah ditandai menggunakan teknik ultrasonik. Teknik ini ideal untuk mendeteksi bocoran katup, uap terjebak, pipa, dan proses yang lain.

      

    1. PENGANTAR

    Setelah membahas perihal getaran dan spesifikasinya, pembahasan kita meningkat keperalatan yang digunakan untuk mengukur getaran . berbagai merek peralatan pengukur getaran tersedia namun sebaiknya kita pahami dulu jenis dan sifat peralatan tersebut .

    Alat yang paling populer adalah pengukur kecepatan getaran , kemudian disusuloleh alat pengukur percepatan getaran dan spesifikasi getaran yang lain . penempatan sensor peralatan tersebut harus tepat berada pada lokasi yang akan di ukur sebab ketidak tepatan pada pada penempatan sensor peralatan tersebut harus tepat berada pada lokasi yang akan di ukur sebab ketidak tepatan dalam penempatan sensor ini bisa mengakibatkan penyimpangan pada data yang dihasilkan.

    Peralatan monitoring getaran ada yang portabel sehingga bisa dibawa kelokasi-lokasi yang memerlukan , ada pula yang sifatnya tetap berada pada mesin yang di monitor  (bersifat permanen ).

    Melalui sesi ini kita akan membahas peralatan monitoring getaran tersebut

    2. PIRANTI PENGUKUR GETARAN

    Piranti yang digunakan untuk mengukur getaran terdiri dari :

    2.1. Alat pengukur kecepatan  (velocity pick-up )

    2.2. Alat pengukur  ekselerasi  (accelerometer )

    2.3. Alat pengukur tampa kontak (noncontact pick-up)

    Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu perssatu sebagai mana diuraikan di bawah ini :

    2.1. Alat pengukur kecepatan  (velocity pick – up)

    Pada umumnya peralatan ini memanfaatkan pegas dan prinsip elektromaknit . terdiri dari kumparan yang dipegang pegas , dikelilingi oleh maknit permanen yang menempel pada rumah pengukur kecepatan. bila rumah pengukur kecepatan bergerak oleh getaran mesin, maknit akan bergetar bolak-balik melewati kumparan yang berada dalam posisi diam. akibatnya fluk maknit yang dipotong oleh kumparan menimbulkan tegangan listrik yang besarnya sebanding dengan kecepatan getaran.

     

     

     

     

     


    GAMBAR 2.1

    Biasanya daerah kecepatan piranti ini bekisar pada 600 s/d 60.000cpm. dengan demikian untuk pengukuran diluar daerah ini biasanya melibatkan suatu faktor koreksi. karena autput tinggi dan karakter desain lainnya, piranti ini relatif kurang sensitif sehingga umumnya dipakai pada penggunaan yang sifatnya kasar.  Namun demikian piranti ini juga memiliki kelebihan yaitu tidak memerlukan banyak perhatian . sekalipun didesain untuk mengukur kecepatan getaran, tetapi bila dilengkapi dengan instrumen yang memiliki kemampuan integrasi, piranti ini bisa dipakai untuk mengukur perpindahan getaran.

    2.2 Alat Pengukur Akselerasi

    Prinsip kerja piranti ini memiliki cara kerja yang berbeda dengan alat pengukur kecepatan. terdiri dari kristal piozoelectric yang ditempatkan diantara rumah pengukur dengan suatu massa. kekuatan komprensi terhadap kristal piezoelectric akan membangkitkan muatan yang sebanding.dengan demikian pada saat dihubungkan dengan getaran mesin terjadi tekanan pada kristal yang dilakukan oleh massa sehingga terjadi keluaran tegangan listrik . daerah prekuensi piranti ini 120s/d600.000 cpm. untuk diluar nilai frekuensi diperlukan unit spesial.

     






                  GAMBAR 2.2

    Selain dipakai untuk mengukur ekselerasi getaran, piranti ini juga mampu untuk mengukur kecepatan dan pemindahan apabila dilengkapi dengan instrumen yang memiliki kemampuan integrasi dan integrasi ganda.

    2.3 Alat Ukur Nonkontak

    Piranti inipun mempunyai cara kerja yang berbeda dengan kedua macam piranti yang telah dibahas sebelumya. suatu kumparan berkawat halus ditempatkan pada ujung piranti yang akan membangkitkan medan magnit apabila arus listrik bolak-balik berfrekuensi sangat tinggi dikenakan padanya. bila kumparan berada didekat permukaan penghantar seperti misalnya poros, medan magnit menimbulkan arus eddy pada poros yang bertindak selaku tahanan listrik tambahan pada sirkuit kumparan. pada saat poros bergetar, keluaran tegangan bervariasi sesuai dengan amplitudo perpindahan pada getaran poros. dengan demikian piranti ini mampu mendeteksi celah diantara piranti dengan poros, dan amplitudo perpindahan getaran bila velocity-pick-up dan accelerometermengukur nilai gerakan absolut , lain halnya dengan piranti non kontak didesain untuk mengukur gerakan relatif diantara poros dan bantalan . Memiliki daerah frekuensi 0 s/d 60.000 cpm, perpindahan poros akan lebih kecil pada prekuensi tinggi, sekalipun mesin-mesin kasar , dan daerah frekuensi sebenarnya dibatasi antara o s/d 60.000cpm oleh resolusi amplitudo pada piranti non kontak.

     

     

     

     

     

     


                  GAMBAR 2.3

     

    2.4.Vibration –Meter

    Ada sejumlah instrumen portabel yang berbeda satu sama yang lain untuk pengukuran getaran . Piranti dasar untuk keperluan pemeliharaan preventif berupa vibration- meter tangan yang mampu mengukur setiap perpindahan atau percepatan  (lihat gambar 6 ) Unit tersebut dipakai untuk mengetahui kondisi mekanis pada periode waktu tertentu, termasuk kelengkapan mikroposesor yang mampu mencatat informasi getaran. piranti inni memiliki layar LCD untuk membimbing operator agar memperoleh hasil pengukuran yang benar. Segala informasi tambahan bisa dimasukan kesitu sehingga pengukuran bisa berlangsung cepat dan mudah.

     




    Operator cukup menempatkan piranti tersebut dengan benar dan memijit kunci “store” untuk mencatat informasi getaran.

     



    2.5. Vibration-analyzer

    Memang benar vibration – meter merupakan piranti yang tepat untuk memperoleh informasi kondisi mekanis pada suatu mesin. akan tetapi piranti ini tidak mampu menunjukan dengan tepat lokasi gangguan atau kerusakan . untuk itu diperlukan piranti lain yang dikenal dengan nama vibration analyzer.

     

    VIBSCANNER Analyzer & Balancer

     

    Tipe vibration – analyzer yang paling umum digunakan adalah  “tunable-filter”yang dilengkapi dengan pengukur getaran dan stoboscope, dan type terakhir analyzer dan balancer yang di lengkapi dengan key phasor atau trigger sensor. disini bisa diketahui parameter-parameter getaran berupa amplitudo, frekuensi, fasevbration-analyzer tipe “tunable filter” memiliki kemampuan untuk memilah berbagaigetaran dengan berbagai karakteristik  masing-masing berupa amplitudo frekuensi dan fase. hal ini sangat penting mengingat getaran yang terjadi pada mesin merupakan kombinasi dari beberapa getaran individual. pada pemakaian piranti ini operator tingal membaca ukuran amplitido dan frekuensi, dan melihat fase melalui stroboscop. bahkan piranti ini mampu menyajikan grafik amplitudo vs frekuensi.

    3. Cara mengukur getaran

    Pemeliharaan prediktif merupakan bentuk paling maju dari pemeliharaan preventive. Agar dapat menerapkan metode ini dengan benar perludipahami cara-cara melakukan pengukuran pada getaran.

    3.1.Cara memilih piranti yang tepat 

    Pengukuran getaran melibatkan parameter-parameter getaran seperti : perpindahan, percepatan , dan kecepatan . nilai yang diperoleh sangat tergantung kepada jenis dan kemampuan dari piranti yang kita gunakan . sementara itu pabrik pembuat piranti pengukur memiliki spesipikasi yang terbatas menurut kemampuan masing-masing. misalnya mesin yang akan kita ukur memiliki nilai frekuensi tertentu, maka hanya piranti ukur dengan daerah pengukuran yang sesuai akan bisa diginakan untuk mengukur getaran pada mesin tersebut . dengan demikian diperlukan kejelian dalam memilih piranti dan juga pengalaman yang cukup memadai.

    Perpindahan (displacement )

    Nilai perpindahan biasa digunakanpada daerah 10.000 atau 20.000 rpm. pengukuran perpindahan sangat sesuai dilakukan pada getaran yang memiliki frekuensi amat rendah  (dibawah 600 cpm )

    Kecepatan ( velocity)

    Merupakan nilai yang sangat penting untuk daerah 600s/d600.000 cpm. Nilai kecepatan akan menunjukan kondisi mesin yang berkaitan dengan energi yang terbuang ,dan kelelahan komponen mesin.Nilai kecepatan total bisa menunjukan variasi cacat komponen mesin pada semua nilai frekuensi, hal ini berbeda dengan kemampuan pengukuran perpindahan yang hanya berlaku pada frekuensi rendah, dan pengukuran, akselerasi yang sesuai untuk frekuensi tinggi saja

    Akselerasi (acceleration )

    Merupakan nilai yang sesuai untuk pengukuran getaran diatas

    600.000 cpm. kondisi ini bisa ditemui pada pengukuran getaran sudut turbin yang dibentuk oleh beberapa getaran frekuensi rendah .

    3.2. Memilih pengukur getaran

     Pada umumnya , penggunaan pengukur-kecepatan  (velocity pick-up) dan pengukur –akselerasi (accelerometer) sudah memadai untuk melakukan pengukuran perpindahan dan kecepatan , asalkan terintegrasi dengan vibration-analyzer. jadi sangat tergantung pada peralatan sensornya (pick-up).

    Untuk mesin yang memiliki kecepatan rendah (1200s/d 3600 rpm) biasa diukur kecepatan getarannya. Alat pengukur kecepatan getaran biasanya mampu bertahan pada kondisi yang penuh pencemaran, tampa terjadi gangguan pada pick-up maupun sistem kabelnya.

    Velocity pick-up

    Piranti ini bisa dipakai dengan kontak langsung atau menggunakan jarum pemungut dan cukup dipegang dengan tangan, kekurangan piranti ini adalah sifatnya yang kurang presisi. bisa juga menggunakan magnetic-holder. namun demikian untuk penggunaan jarum-pemungut maupun magnetic-holder diperlukan pemegangan yang kokoh dan kaku, sebab hanya kondisi demikian yang mampu membaca terjadinya getaran berfekuensi tinggi. bila ingin menggunakan vibration-analisys    secara lengkap, hendaknya pick-up dipegang secara kaku oleh mur-baut . permukaan perlengkapan tambahan harus rata untuk menjamin kontak yang baik dengan permukaan dudukan pick-up. velocity pick-up biasa di tempatkan di dekat bearing untuk mengukur getaran mesin, sekaligus bisa mengukur getaran poros secara langsung . cara ini digunakan dengan melengkapi “tongkat ekor ikan” kepick-up dan memungkinkan ujung tongkat untuk menyentuh ujung poros. 

    Accelerometer

    Alat ini dilengkapi dengan perlengkapan sebagaimana pada velocity pick-up dan kepekaannya turun pada getaran prekuensi rendah. oleh karena itu bisa terpengaruh oleh getaran tangan alami sehingga bisa jadi salah baca pada frekuensi 1200 cpm. Kecermatan diperlukan pada saat menggunakan vibration-Analyzer pada frekuensi tinggi (diatas 600.000 cpm). kerataan permukaan kedudukan, dudukan torsi yang cepat, dan pemakaian pelumas silikon diantara permukaan dudukan dan pick-up sangat diperlukan pada pengukuran getaran frekuensi tinggi.

    Noncontact Pick-up   

    Piranti ini ditempatkan pada rumah bearing dengan menggunakan pemegang yang kaku agar berada sedekat mungkin dengan poros mesin. bila perlu rumah bantalan di bor agar piranti pengukur bisa melakukan pengukuran getaran poros didalam rumah bantalan. Dengan persaratan ini accselerometer jarang digunakan sebagai piranti yang bersifat portabel.

    Pemilihan peralatan pick-up bisa dilihat pada gambar dibawah ini ;



    4. MENEMPATKAN ALAT PENGUKUR GETARAN 

    Komponen yang dilalui gaya penyebab getaran adalah tutup rumah bantalan sehingga dititik itulah yang paling tepat untuk menempatkan alat pengukur getaran.Dititik inilah kemudian dikembangkan perlengkapan pengukuran kondisi getaran . Untuk pemeriksaan secara periodik cukup dilakukan pengukuran tunggal pada arah horizontal atau vertical. namun untuk lebih detail, pengukuran dilengkapi dengan arah aksial untuk semua tutup rumah bantalan (lihat gambar)

    Untuk mesin yang memiliki rumah bersifat padat dan bantalan kaku , getaran pada tutup rumah bantalan bisa saja terlalu kecil sehingga kurang memiliki arti.Untuk kondisi ini diperlukan pengukuran secara langsung pada poros. perlu diingat bahwa cara ini berbeda dengan pengukuran getaran menggunakan cara non kontak . pada cara pertama data yang diperoleh berupa nilai getaran poros yang bersifat absolut, sedangkan pada cara non kontak diperoleh nilai relatif dari getaran antara poros dengan bantalan.

    Untuk mengukur getaran berfrekuensi tinggi digunakan cara non kontak . ini berlaku bagi mesin-mesin yang umumnya memiliki poros ringan dan rumah kaku. pada kondisi demikian piranti non kontak ditempatkan pada atau didekat bantalan. sering juga piranti ini di tempatkan ditengah poros untuk mendeteksi adanya bengkok. piranti ini juga bisa ditempatkan pada thurst-bearing untuk mendeteksi penggeseran aksial poros tersebut.

    5. PENGUKURAN

    Setelah suatu mesin / alat kita tetapkan untuk mengikuti program Pemeliharaan prediktif menggunakan ukuran vibrasi , langkah selanjudnya adalah adalah menetapkan nilai-nilai yang akan diukur dan kapan dilaksanakan. pengukuran diupayakan seminimal mungkin agar tidak merepotkan. umumnya yang diukur adalah nilai awal dari getaran horizontal, vertikal, dan aksial untuk semua rumah bantalan agar supaya inpormasi sifat getarannya cukup, analisis getaran dilakukan sama agar semua titik terukur. Hasil analisis tiap titik ukur ditambah dengan nilai total akan menunjukkankondisi mekanis mesin pada saat itu. Pengukuran selanjjutnya yang dilaksanakan secara periodik pada setiap titik ukur bisa dibandingkandengan hasil pengukuran awa, dan itu akan menunjukan pada kita nilai perubahan mekanis yang terjadi pada mesin.

    5.1 Mencetat Hasil Pengukuran

    Data hasil pengukuran seyogyanya dicatat secara ringkas dan padat . gambar 1  menunjukkan alah satu metode pencatatan hasilpengukuran awal dan pengukuran periodik . satu halaman bisa memuat data selama satu tahun penuh . akan lebih sempurna lagi apabila data tersebut di plot dalam bentuk grafik agar lebih cepat dan mudah membacanya.

     

    Untuk vibration-Analyzer terdapat dua metode pencatatan yang berbeda satu sama lain.cara pertama diperlihatkan pada gambar 2 dengan menyesuaikan vibration-analyzer dan mencatat setiap data amplitudo dan frekuensi pada setiap getaran. cara yang lain berupa jejak getaran yang bisa diterapkan pada vibration-analyzer yang memiliki kemampuan untuk itu. cara kedua lebih banyak memberikan informasi dan lebih mudah untuk dipahami.

    Analisis Amplitudo, frekuwensi, dan fase

    Interprestasi hasil pengukuran bisa diketahui melalui analisis amplitudo, frekuensi, dan fase. sebagai contoh getaran level tinggi yang memiliki frekuensi 1800 cpm pada suatu mesin yang berputar dengan kecepatan 1800 rpm menunjukan indikasi terjadinya unbalance, misalignment, atau bisa juga porosnya bengkok.

    Apabila nilai getaran pada arah axial poros ini lebih tinggi 50% dari nilai getaran pada arah radial . kesimpulan cenderung pada poros bengkok atau misalignmant. bila pemeriksaan selanjutnya menunjukan perubahan fase pada arah aksial di sekitar rumah bantalan, pasti masalahnya adalah misalgnment.

    Lembar Interprestasi Getaran (vibration-Identivication chart) pada gambar –16 memperlihatkan hubungan antara parameter utama getaran ( amplitudo, frekuensi,fase) dengan masalah kondisi mesin. lembar ini sangat praktis untuk dibawa oleh operator pada saat ia melakukan tugasnya . penjelasan lebih detil sebagai berikut :

    Unbalance (ketidak seimbangan)

     Merupakan penyebab paling umum terjadinya getaran. kondisi ini bisa dikenali dengan terjadinya getaran pada frekuensi putaran poros dengan amplitudo pada arah radial memiliki nilai lebih dari dua kali nilai amplitudo pada arah axial. Bila daya mesin diputus, amplitudo akan turun secara bertahap. pengukuran fase menunjukan tanda referensi tunggal.

    Misalignment ( poros tidak sesumbu )

    Merupakan penyebab umum kedua yang mengakibatkan terjadinya getaran pada poros. getaran terjadi pada frekuensi putaran poros dan bisa juga  dua atau tiga kali lipat putarannya. amplitudo pada arah aksial bisa 50% atau lebih dari arah radial. fase menunjukkan tanda referensi tunggal. fase pada arah aksial yang diambil disekitar rumah bantalan menunjukan nilai konstan. penyebab getaran bersifat seperti ini adalah sleeve bantalan tidak sesumbu dengan porosnya.

    Bent shaft ( poros bengkok )

    Sepintas getaran yang terjadi seakan sama dengan pada kasus mislagnment, namun bila kita ukur fase pada arah aksial sekitar poros akan kelihatan nilai fase mencapai 180 derajat, terutama kalau lokasi bengkok poros pada lokasi dekat dengan bantalan . tidak soal apakah bantalan yang dipakai dari tipe gelinding ( anti friction ).

    Cacat pada bantalan antifriction.

    Karakteristik getarannya berupa sejumlah puncak getaran frekuensi tinggi, ditambah dengan daerah frekuensi dari level fluktuasi getaran. Frekuensi tidak merupakan kelipatan dari putaran mesin dengan fase tidak tetap.

    Rotor /jurnal eksentrik

     Kondisi ini ditandai dengan sumbu dari poros mesin, jurnal, rotor, stator tidak kosentris. getaran yang terjadi memiliki frekuensi sama dengan putaran mesin pada roda gigi, amplitudo terbesar terjadi pada arah garis sumbu. fase menunjukan tanda referensi tunggal.

     

    Cacat pada gigi roda gigi.

    Getaran yang terjadi sebesar nilai getaran poros

    Kelonggaran mekanis (mechanical looseness)  

    Getaran memiliki frekuensi dua kali jumlah putaran poros. fase memperlihatkan tanda dua referensi dan sering kali tidak stabil. perubahan dalam balans dan alignment sering kali memperlihatkan gejala yang sama.

    Sabuk transmisi buruk ( bad drive belts )  

    Getaran yang terjadi memiliki frekuensi sama dengan putaran sabuk, atau dua kali, atau tiga kali lipat. frekuensi dan amplitudo sering memperlihatkan ketidak stabilan akibat slip yang terjadi pada sabuk. fase memperlihatkan dua atau tiga pada referensi yang juga tidak stabil.

    Gangguan elektris (celah udara tidak simetri, rotor kendor/lepas, poros bengkok, torsi berpulsa)

    Getaran yang terjadi memiliki frekuensi memiliki satu atau dua kali putaran poros ( misalnya 3600rpm atau 7200 rpm ). Modulasi amplitudo pada satu atau dua kali frekuensi slip mungkin saja terjadi. amplitudo jatuh begitu daya mesin dimatikan. Umumnya fase memperlihatkan tanda referensi tunggal atau ganda.

    Pulsa aerodinamik. hidrolik.

    Getaran terjadi pada frekuensi putaran poros dikalikan dengan sudut impeller. Amplitudo pada umumnya rendah, kecuali bila diperkuat resonansi getaran.

    Gaya bolak-balik (reciprocating forces)

    Getaran terjadi dengan frekuensi kelipatan dari satu hingga banyak terhadap frekuensi putaran poros. khususnya frekuensi dua kali putaran poros memiliki amplitudo terbesar. fase tidak tabil. getaran ini berkaitan erat dengan gerak mesin bolak-balik yang disebabkan oleh pembakaran dan  perubahan gaya inersia yang disebabkan oleh torak, batang engkol, dan komponen poros engkol.

    Rubbing

    Getaran terjadi dengan beberapa frekuensi secara bersamaan dengan masing-masing memiliki amplitudo yang bervareasi bila rubbing terus berlanjud. bisa terjadi pada frekuensi satu atau dua kali putaran poros bila rubbing terputus –putus fase tidak stabil.

    Resonansi

    Getaran terjadi dengan frekuensi asli tunggal dari bagian yang bergetar. ini merupakan frekuensi “ kesukaan “ komponen tersebut. sebagai contoh resonansi bisa saja terjadi bila putaran poros mencapai nilai putaran frekuensi kritis. untuk memeriksanya mesin harus putaran mesinnya kita turunkan dan kita lihat menunjukan pada layar monitor untuk amplitudo dan prekuensi. bila amplitudo jatuh,..., dan jatuh lagi. frekuensi pada saat terjadi kenaikan merupakan frekuensi asli. resonansi juga bisa terjadi bila mesin dioprasikan dengan kecepatan yang sama dengan frekuensi asli. fase mencapai 180 derajat, pada saat kecepatan mesin bergerak melalui frekuensi resonansi.

    Pusaran minyak lumas (oil whirl)

    Getaran disebabkan oleh putaran poros didalam bantalan yang terjadi sedikit kurang dari nilai frekuensi putaran poros. amplitudo bisa sangat tinggi dengan fase tidak stabil. getaran ini hanya terjadi pada mesin yang memiliki bantalan berkerah ( sleeve bearing ) dan terutama pada mesin yang memiliki poros horizontal.

    1. MENETAPKAN BATAS AMAN GETARAN MESIN

    Pemeliharaan basis kondisi memerlukan spesipikasi getaran acuan yang diyakini menyatakan bahwa mesin dalam kondisi yang prima. tentu saja tidak berupa nilai spesipikasi yang kaku melainkan memiliki bentuk daerah toleransi yang kita kenal sebagai “daerah yang aman”  dengan acuan ini maka mudah untuk menentukan hasil pengukuran sesaat menunjukan sesuatu keadaan yang aman atau sebaliknya . Penetapan pola getaran acuan tidak cukup dilakukan sekali melainkan hasil dari beberapa pengamatan dan berbagai aspek pertimbangan yaitu :

    1. Rekomendasi pabrik pembuat

    2. Kartu petunjuk kondisi getaran (vibration-severity guideline charts)

    3. Pengukuran getaran mesin dalam program

    4. Kenaikan level getaran mesin dalam program

    Rekomendasi pabrik pembuat mesin mengenai batas getaran biasanya didasarkan pada pengalaman. dengan demikian toleransi desain, level balans, dan getaran ditetapkan nilainya setelah menjalani waktu kerja yang cukup lama . dengan demikian tingkat kepercayaan datanya bisa tinggi.

    Kartu petunjuk kondisi getaran memiliki hubungan tidak langsung dengan rekomendasi pabrik pembuat. disini diberikan pengalaman pengukuran getaran dari beberapa alat yang di oprasikan, dipelihara, diperiksa, dan disetujui. data tersebut dikumpulkan, dievaluasi dan dikurangi untuk menjadikan format petunjuk yang mudah sekali digunakan. beberapa kartu petunjuk sudah mencakup tipe-tipe mesin yang bersifat khusus.

    Apabila pengukuran getaran sudah beberapa kali dilaksanakan, hasilnya sudah bisa dijadikan sumber data untuk menetapkan “daerah aman “ kondisi mesin.

    Tentu saja beberapa analisis dan keputusan harus diambil untuk memastikan spesipikasiacuan yang menunjukan kondisi terbaik dari mesin itu.

    Level getaran mesin  yang tinggi yang ditentukan setelah beberapa waktu panjang yang kemungkinan disebabkan oleh adanya cacat, juga bisa dijadikan spesifikasi acuan sehingga apabila suatu ketika getaran mesin menunjukan pola yang sama maka ini berarti kerusakan yang serupa akan terulang kembali.

    Ada metode lain yang untuk menetapkan batas getaran yaitu dengan memanfaatkan fakta bahwa kenaikan level getaran pada suatu mesin menunjukkan adanya cacat, sehingga bisa ditentukan daerah diantara tampa cacat dan sejumlah cacat. Bila level getaran mesin tidak berubah setelah periode tertentu misalnya 6 bulan, cukup beralasan untuk menganggab mesin tersebutberada dalam kondisi mekanis baik dan level getaran yang menyertainya merupakan batas getaran yang di ijinkan.

     

    Pada saat menetapkan batas getaran harus selalu diingat tujuan dari progrram yaitu memberikan peringatan dini akan terjadinya gangguan tertentu sehingga masih cukup waktu untuk menyiapkan kegiatan pemeliharaan. dengan demikian kondisi tertekan oleh gangguan yang terjadi secara mendadak bisa dihindari.


    Oil Analysis








    •  Recommended if particle count is needed for hydraulics

    •  Provides automated analysis of all lubricants; so perfect for   remote locations where mailing samples to labs is logistically   difficult

    •  Gives operator the ability to identify hidden or emerging problems long before they become catastrophic.


    •  Use of OSA analyzers increases equipment “up time,” reduces   unscheduled repairs, and extends the useful life of equipment.  No risk of lost samples or human error.

    •  As easy to operate as an ATM:

      - no sophisticated technical skills required

      - diagnostic results are reported within minutes

      - report is in a narrative,  easy-to-understand format

    •  Analyzers are easy to maintain and come with remote technical   support, troubleshooting and repair/advice via the internet.

    •  OSA units can be “networked,” so equipment can be moved   anywhere in the world and prior reports can be reviewed.

    •  Diagnostic analyses can be stored on the unit, printed, or emailed directly from the OSA analyzer.

    •  Data can be connected to LubeTrak®, OSA’s password protected   online reporting system for storage, monitoring, trending, and data-mining analysis from anywhere in the world.




    Thermography

    GET THE APP






    Varnish Solution

    With the Fluitec Electrophysical Separation Process (ESP), you can have clean oil and a varnish-free system. And once ESP restores your oil, the fluid will begin removing the varnish that's already been collecting in your system.

    Varnish Solution Product






    Hioki

    A Manufacturer of Electrical Measuring
    Instruments Supporting Technological Advancement

    Electrical measuring instruments, known as the “mother tools” of industry, play an essential role in research and development, manufacturing, maintenance, and service. They also continue to contribute to social progress, mirroring developments in technology as their designers anticipate the changing needs of the times. HIOKI Product 

     


    www.hioki-putranata.com


    Jadwal Training


     

     

     




     





    !!! BARU..BARU..BARU !!! > Bergabunglah di FORUM kami untuk tanya jawab dan mendapatkan info dan bahan training seputar masalah2 vibrasi dan precision alignment > BUKA FORUM kami dan daftarkan diri segera...!!!


    Kenapa mustinya Anda bergabung di website ini dan mendaftarkan diri sebagai anggota?

  • Anda bisa mendapatkan bahan training & artikel mengenai Predictive dan Pro-active Maintenance dan bergabung di blog kami untuk belajar lebih jauh mengenai vibrasi dan alignment.
  • Anda bisa secara bebas browse website kami yang diisi banyak informasi dan referensi mengenai alat-alat (tools) yang dapat digunakan dalam program Predictive Maintenance.


  • >> Jadi bergabunglah sama kami dan daftarkan diri sebagai anggota di menu sebelah kanan untuk mendapatkan semua keuntungan diatas.. Semoga nikmat & bermanfaat menyelusuri website kami !!

    ***Catatan : Mohon maaf, tetapi kami tidak dapat mengirimkan dokumentasi ke alamat2 email gratis seperti Yahoo/Gmail/Hotmail dan sebagainya. Untuk tetap dapat menerima info yang berguna, kami meminta Anda untuk menggunakan alamat perusahaan dan/atau mencantumkan nama perusahaan di bagian nama pendaftaran. Terima kasih atas kerjasamanya.


    Baru...... Alignment dengan Tablet / Ponsel dengan operating system Android / iOS. Kontak Kami untuk
    detail.
     
     
    Rating for vibrasi-alignment.com

    Flag Counter

     

     

    • Jakarta
    • Budi Winarto
      • 0811105870
      • budi @putranata.com
    • Hartono Sujawarto
      • 08161137843
      • hartono @putranata.com
    • Agus Martopo
      • 0811904824
      • agus @putranata.com
    • Surabaya
    • Dwi Prayitno
      • 081381207585
      • dwi @putranata.com
    • Palembang
    • Yusrizal
      • 08127516213
      • yusrizal @putranata.com
    • Pekanbaru
    • Indra Sudjana
      • 081388119354
      • indra @putranata.com
    • Balikpapan
    • Bagus Prabowo
      • 081290022182
    • Abdul Haris
      • 08111489337
      • haris @putranata.com
    • Banten
    • Sarno Pratomo
      • 081385584329
      • sarno @putranata.com
    • Sulawesi
    • Agung
      • 081373908905
    • Abdul Haris
      • 08111489337
      • haris @putranata.com
    • Medan
    • Hartono Sujawarto
      • 08161137843
      • hartono @putranata.com