Masalah apa saja yang umumnya terjadi pada cooling tower?

Terdapat beberapa masalah yang kerap terjadi pada cooling tower berdasarkan komponen mekanik:

Tower structure (loose, damaged atau hilangnya beam), fan shroud, motor (mekanikal dan elektrikal), fan drive problem (shaft atau pulley misalignment), gearbox (bearing atau gear wear, lubrikasi), fan wheel atau hub & blade (fan unbalance, blade cracking, perbedaan sudut elevasi antar blade), fill material, water piping & drainage.

Lalu rekomendasi PDM dan PM inspeksi pada cooling tower:

  1. Install sensor vibrasi pada gearbox atau bearing fan. Setidaknya satu sensor dibutuhkan pada gearbox dan dianjurkan untuk memasang lebih banyak sensor pada gearbox dengan stage bertingkat. Ikuti anjuran dari OEM untuk lokasi sensor, tapi pada umumnya di permukaan yang datar atau dekat dengan input shaft. Pasang sensor dengan stud mounting.
  2. Monitor vibrasi secara periodik (minimal satu minggu sekali).
  3. Lakukan analisa oil pada gearbox minimal 6 bulan sekali. Ikuti prosedur yang dianjurkan OEM untuk penggantian oli.
  4. Lakukan inspeksi visual pada fan ketika beroperasi minimal 3 bulan sekali.

PT. PUTRANATA sebagai perusahaan condition monitoring terpercaya sejak 1989 melakukan beragam pekerjaan maintenance, dan salah satunya adalah Cooling Tower Vibration Check, Alignment dan Balancing. Kami juga menyediakan tools lengkap beserta operator untuk memenuhi kebutuhan anda agar mesin anda dapat beroperasi sempurna sesuai dengan standar operasi – dalam hal ini toleransi vibrasi yang diijinkan. Kami akan datang ke perusahaan anda dan klien kami telah tersebar di seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Post

Jasa Balancing Blower/ Fan Insitu / Onsite KEUNTUNGAN: • Lebih sedikit kerusakan / aus ke bantalan, poros, rotor • Mengurangi biaya energi • Lebih sedikit kerusakan mesin / kehilangan produksi

Apa itu Penyeimbangan Statis? Balancing Static Keseimbangan statis terjadi ketika pusat gravitasi suatu benda berada pada poros rotasi. Ini memungkinkan objek tetap diam, dengan sumbu mendatar, tanpa penerapan gaya pengereman.

Pada bagian mesin yang berputar yang disebut rotor harus memiliki keseimbangan/balance yang baik agar performa mesin berjalan lancar. Namun, seiring berjalannya waktu tentunya perputaran rotor mesin akan kehilangan keseimbangan (unbalance)